Selamat Datang
NINETYNINE STORE adalah Badan Usaha Milik Pesantren ( BUMP ) dan merupakan salasatu pesantren yang mengikuti program One Pesantren One Product ( OPOP ) Jawa Barat
Respon Cepat
Tlp / SMS / WA : 085221428300
PROMO
DISKON 5-15 % dan FREE ONGKIR JABODETABEK tanpa minimal order
Produk Terlaris
Customer Service
CS 1
CS 2
Pembayaran

Perbedaan Kulit Domba, Sapi, dan Kambing

ORDER SEKARANG JUGA GAN

RESPON CEPAT KLIK AJA 👇👇👇

Bahan yang di gunakan untuk memproduksi jaket kulit terdiri dari kulit domba, sapi dan kambing. Namun yang paling banyak di gunakan adalah bahan kulit domba. Jangan sampai kamu tertipu dalam membeli jaket kulit asli jangan tertarik dengan harga yang murah walaupun bahannya asli dari bahan kulit kambing, domba ataupun sapi. Namun kamu harus mengetahui jenis-jenis bahan kulit untuk membuat jaket kulit.

Sangat penting mengetahui kualitas jenis kulit ini, karena ada yang kualitasnya standar, super sampai jenis kulit premium yang harganya jauh lebih mahal karena proses penyamakannya memakai bahan-bahan terbaik.

Berikut perbedaan dari ketiga bahan tersebut

1. Kulit Domba

Kulit domba merupakan kulit yang paling baik di gunakan untuk jaket kulit formal, jaket kulit stylish, jaket kulit modis, dan model-model dengan kebutuhan gaya lainnya. Hal ini di sebabkan kulit jenis ini memeiliki karakteristik yang lembut, lentur, permukaan kulit lebih rata tanpa menampakkan pori-pori yang besar dan dominan. Kulit domba ini juga terbagi lagi menjadi beberapa jenis :

Pertama, jenis nappa. Jenis nappa adalah jenis kulit domba full grain atau krom jika dalam istilah bahan kulit sapi. Jenis ini memiliki karakteristik warna yang rata dan kuat (baca :awet), lembut serta lentur dengan harga yang relatif standar.

Kedua, jenis spinil. Jenis spinil adalah jenis kulit domba yang mirip pull up jika di kulit sapi, namun memiliki sedikit perbedaan dimana kulit spinil ini lebih mengkilat dan motifnya memiliki bintik-bintik hitam. Karakteristik kulit spinil memiliki kelenturan di atas nappa, dan memiliki sedikit bintik-bintik hitam, juga warna yang sedikit tidak merata. Meskipun begitu, kini kulit spinil yang di produksi di garut hampir mirip dengan nappa. Namun harga jaket yang menggunakan bahan spinil lebih mahal dari nappa. Hal ini di karenakan bahan obat untuk penyamakannya lebih mahal sehingga biaya produksinya juga lebih mahal. Meski begitu, berdasarkan pengalaman penulis, kulit ini memiliki warna yang mudah pudar seiring waktu, relatif di bawah nappa dari segi kuatnya warna.

Ketiga, jenis wash. Jenis wash adalah jenis kulit yang mendapat perlakuan lebih dari penyamak. wash adalah sisa kulit yang di sortir untuk bahan nappa dan spinil, merupakan kulit budug (bladus) atau tidak mulus. Kemudian di olah sedemikian rupa (sampai dua kali proses lebih di atas yang nappa atau spinil) sehingga menghasilkan motif kulit yang unik. Harga nya relatif lebih murah dari nappa dan spinil. Meskipun terkadang karena ke unikannya, kulit ini lebih mahal dari nappa dan spinil.

Keempat, jenis pull up. Jenis pull up adalah kulit yang di olah seperti pull up pada kulit sapi, memiliki karakteristik warna yang mengkilat dan harga yang mahal.

Dari keempat jenis itu adapula yang mengkategorikannya berdasarkan ketebalan, dimana ada yang tipis (0,5 mm), ada yang standar (0,6 mm), adapula yang tebal (0,7 – 08 mm). Perbedaan ketebalan ini mempengaruhi harga kulit. Selain itu perbedaan suplier bahan juga sangat mempengaruhi harga jaket yang ada. Misalnya, jaket jenis apapun yang di produksi oleh penyamak lokal/tradisional harganya relatif lebih murah daripada bahan yang di olah oleh perusahaan kulit yang modern. Tapi jangan salah juga ada penyamak kulit lokal yang harga bahan jaketnya lebih mahal dari penyamak modern yang bernaung di bawah PT Sekalipun, yaitu jika di Garut bahan yang di Olah oleh Bapak Haji engkus (Masternya Kulit domba Garut). Yang membedakan adalah resep obat yang di gunakan dalam proses penyamakan.

2. Kulit Sapi

Kulit sapi yang di buat untuk bahan jaket rata-rata hanya berjenis nappa atau krom tanpa motif. Memiliki karakter warna yang merata, namun kelembutannya tidak lebih lembut dan lentur di banding kulit domba. Kalau di remas akan menyisakan permukaan yang kusut seperti kertas yang di remas (meskipun sedikit berbeda).

3. Kulit Kambing

Karakteristiknya kulit kambing ini lebih beraroma khas daripada sapi, dan domba. Dengan permukaan kulit yang berpori, dan agak sedikit kaku. Harganya lebih murah dari kulit domba, dan hampir sama dengan kulit sapi. Kulit kambing ini banyak di gunakan untuk campuran jaket sport.

Itulah ketiga jenis kulit hewan yang di gunakan untuk membuat jaket kulit. Ingat, apa yang penulis sampaikan itu adalah deskripsi dari bahan yang khusus untuk jaket kulit. Adapun jenis kulit sapi yang biasa di gunakan untuk bahan tas, sepatu, sandal, dompet, dan sabuk itu berbeda.

Terimakasih Semoga bermanfaat

NINETYNINE

RESPON CEPAT KLIK DISINI 👇👇

Shopping Cart
Jumlah = pcs
Lihat Keranjang
Jumlah Nama Barang Berat (kg) Total
0 0,00 Kg Rp 0
keranjang anda kosong
Download Katalog
Produk Terbaru
Pengiriman
Testimoni
Isi Testimoni →